- Sekolah berfokus pada pelanggan, baik pelanggan internal maupun eksternal.
- Sekolah berfokus pada upaya untuk mencegah masalah yang muncul , dengan komitmen untuk bekerja secara benar dari awal.
- Sekolah memiliki investasi pada sumber daya manusianya, sehingga terhindar dari berbagai “kerusakan psikologis” yang sangat sulit memperbaikinya..
- Sekolah memiliki strategi untuk mencapai kualitas, baik di tingkat pimpinan, tenaga akademik, maupun tenaga administratif.
- sekolah mengelola atau memperlakukan keluhan sebagai umpan balik untuk mencapai kualitas dan memposisikan kesalahan sebagai instrumen untuk berbuat benar pada masa berikutnya
- Sekolah memiliki kebijakan dalam perencanaan untuk mencapai kualitas, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
- Sekolah mengupayakan proses perbaikan dengan melibatkan semua orang sesuai dengan tugas pokok, fungsi dan tanggung jawabnya.
- Sekolah mendorong orang dipandang memiliki kreativitas, mampu menciptakan kualitas dan merangsang yang lainnya agar dapat bekerja secara berkualitas.
- Sekolah memperjelas peran dan tanggung jawab setiap orang, termasuk kejelasan arah kerja secara vertikal dan horozontal.
- Sekolah memiliki strategi dan kriteria evaluasi yang jelas.
- Sekolah memnadang atau menempatkan kualitas yang telah dicapai sebagai jalan untuk untuk memperbaiki kualitas layanan lebih lanjut.
- Sekolah memandang kualitas sebagai bagian integral dari budaya kerja.
- Sekolah menempatkan peningkatan kualitas secara terus menerus sebagai suatu keharusan
Ini dia 50 orang terpintar di Holywood :
2. Steven Spielberg, director/producer
3. James Cameron, director/producer
4. Ari Emanuel, partner of the Endeavor Agency
5. Will Smith, actor/producer
6. Meryl Streep, actor
7. Peter Rice, president of Fox Searchlight
8. Tyler Perry, actor/director/writer/producer
9. David Heyman, producer
10. John Knoll, visual-effects supervisor of Industrial Light & Magic
11. Brian Grazer, producer
12. Dick Cook, chairman of the Walt Disney Studios
13. George Clooney, actor/director/producer
14. Jerry Bruckheimer, producer
15. Amy Pascal, co-chairman of Sony Pictures Entertainment
16. Peter Jackson, director/producer
17. Will Ferrell, actor/producer
18. Robert Zemeckis, director
19. Tom Rothman, co-chair of Fox Filmed Entertainment
20. Ben Stiller, actor/director/producer
21. Johnny Depp, actor/producer
22. Jeffrey Katzenberg, CEO of DreamWorks Animation
23. Brad Bird, writer/director
24. Emmanuel Lubezki, cinematographer
25. Zack Snyder, director
26. Stacey Snider, CEO of DreamWorks SKG
27. Michael Moore, documentarian
28. Paul Greengrass, director
29. J.J. Abrams, producer/director
30. Jodie Foster, actor/director
31. Kathleen Kennedy, producer
32. Thelma Schoonmaker, editor
33. Angelina Jolie, actor
34. Sacha Baron Cohen, actor/writer/producer
35. Tim Palen, co-president of film marketing for Lionsgate
36. Modi Wiczyk, co-CEO of Media Rights Capital
37. Guillermo del Toro, writer/producer/director
38. Diablo Cody, screenwriter
39. Mary Zophres, costume designer
40. Jeff Skoll, founder of Participant Productions
41. Stefan Sonnenfeld, president of Company 3
42. Daniel Battsek, president of Miramax Films
43. Beth Swofford, agent at CAA
44. Roderick Jaynes, editor
45. Cate Blanchett, actor
46. Jeff Walker, Comic-Con impresario
47. Amy Powell, senior vice president of interactive marketing at Paramount
48. Gustavo Santaolalla, composer
49. Sarah Polley, actor/writer/director
Sumber : renayenita.multiply.com/journal/item/39
Selama ini banyak orang menganggap bahwa jika seseorang memiliki tingkat kecerdasan intelektual atau Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi, maka orang tersebut memiliki peluang untuk meraih kesuksesan yang lebih besar di banding orang lain.
Pada kenyataannya, ada banyak kasus di mana seseorang yang memiliki tingkat kecerdasan intelektual yang tinggi tersisih dari orang lain yang tingkat kecerdasan intelektualnya lebih rendah. Ternyata IQ yang tinggi tidak menjamin seseorang akan meraih kesuksesan. Daniel Goleman, seorang profesor dari Universitas Harvard menjelaskan bahwa ada ukuran/patokan lain yang menentukan tingkat kesuksesan seseorang.
Dalam bukunya yang terkenal, Emotional Intelligence, membuktikan bahwa tingkat emosional manusia lebih mampu memperlihatkan kesuksesan seseorang. Intelligence Quotient (IQ) tidak dapat berkembang. Jika seseorang terlahir dengan kondisi IQ sedang, maka IQ-nya tidak pernah bisa bertambah maupun berkurang.
Tetapi, Emotional Quotient atau Kecerdasan Emosional (EQ) dapat dikembangkan seumur hidup dengan belajar dan tumbuh seiring pertumbuhan seseorang sejak lahir hingga meninggal dunia. Pertumbuhan EQ dipengaruhi oleh lingkungan, keluarga, dan contoh-contoh yang didapat seseorang sejak lahir dari orang tuanya.
EQ menyangkut banyak aspek penting, yang agaknya semakin sulit didapatkan pada manusia modern, yaitu; Empati atau memahami orang lain secara mendalam, mengungkapkan dan memahami perasaan, mengendalikan amarah, kemandirian, kemampuan menyesuaikan diri, disukai, kemampuan memecahkan masalah antar pribadi, ketekunan, kesetiakawanan, keramahan dan sikap hormat. Orangtua adalah seseorang yang pertama kali dan memiliki peran penting dalam perkembangan EQ seorang anak.
Karena itu, orangtua harus mengajar anaknya untuk membina hubungan persahabatan yang hangat dan harmonis, bekerja dalam kelompok secara harmonis, berbicara dan mendengarkan secara efektif, mencapai prestasi yang lebih tinggi sesuai aturan.
Selain itu, orangtua juga harus mengajar anaknya dalam hal mengatasi masalah dengan temannya yang nakal, berempati pada sesama, memecahkan masalah, mengatasi konflik, membangkitkan rasa humor, memotivasi diri bila menghadapi saat-saat yang sulit, menghadapi situasi yang sulit dengan percaya diri, dan menjalin keakraban.
Jika seseorang memiliki IQ yang tinggi, ditambah dengan EQ yang tinggi pula, orang tersebut akan lebih mampu menguasai keadaan, dan merebut setiap peluang yang ada tanpa membuat masalah yang baru.
Sumber : www.enformasi.com/2008/ 11/perbedaan-antara-iq-dan-eq.html

Ainan Cawley dianggap sebagai anak terpintar sedunia. Anak Inggris berusia 9 tahun dan tinggal di Singapura bersama keluarganya itu mampu menyelesaikan ujian GCSE saat berusia tujuh tahun.
Ia bisa menjelaskan Pi, angka 3.14 yang merupakan rasio lingkaran dengan diameternya. Dia juga hafal tabel periodik di luar kepala.
Ayahnya Valentine Cawley menuliskan anaknya itu diblog dengan judul “Anak yang tahu terlalu banyak “.
“Pengetahuannya sangat luas, mulai dari fisika, biologi dan kimia. Dia bisa melihat jauh ke depan dan menilai kemungkinan yang akan terjadi,” kata Cawley.
“Dia tetap bermain dengan anak seusianya dan juga main video game. Tapi dia juga bisa berhubungan dengan orang dewasa secara mudah. Dia sangat suka mempelajari hal baru terutama ilmu pengetahuan,” tambahnya.
Ainan masuk dalam siaran TV The World’s Cleverest Child and Me. Adiknya Fintan lima tahun dan Tiarnan tiga tahun diperkirakan juga memiliki kepintaran serupa
Sumber : http://www.indowebster.web.id/showthread.php?t=60504
1.Leonardo da Vinci Universal Genius,asal Italy, IQ 220
2.Johann Wolfgang von Goethe — Germany 210
3.Gottfried Wilhelm von Leibniz — Germany 205
4.Emanuel Swedenborg — Sweden 205
5.William James Sidis — USA 200
6.Kim Ung-Yong — Korea 200
7.Thomas Wolsey Politician England 200
8.Hugo Grotius Writer Holland 200
9.Sir Francis Galton Scientist & doctor England 200
10.John Stuart Mill Universal Genius England 200
11.Christopher Langan Bouncer & scientist & philosopher USA 195
12.Sarpi Councilor & theologian & historian Italy 195
13.George H. Choueiri A.C.E Leader Lebanon 195
14.Blaise Pascal Mathematician & religious philosopher France 195
15.Ludwig Wittgenstein Philosopher Austria 190
16.Phillipp Melanchthon Humanist & theologian Germany 190
17.PierreSimon de Laplace Astronomer & mathematician France 190
18.Philip Emeagwali Mathematician Nigeria 190
19.William Pitt (the Younger) Politician England 190
20.Voltaire Writer France 190
21.Albrecht von Haller Medical scientist Switzerland 190
22.George Berkeley Philosopher Ireland 190
23.Garry Kasparov Chess player Russia 190
24.Sir Isaac Newton Scientist England 190
25.Friedrich von Schelling Philosopher Germany 190
26.Arnauld Theologian France 190
27.Bobby Fischer Chess player USA 187
28.Marilyn vos Savant Writer USA 186
29.Galileo Galilei Physicist & astronomer & philosopher Italy 185
30.Joseph Louis Lagrange Mathematician & astronomer Italy/France 185
31.Ren Descartes Mathematician & philosopher France 185
32.Lord Byron Poet & writer England 180
33.David Hume Philosopher & politician Scotland 180
34.John H. Sununu Chief of Staff for President Bush USA 180
35.James Woods Actor USA 180
36.Madame de Stael Novelist & philosopher France 180
37.Charles Dickens Writer England 180
38.Thomas Chatterton Poet & writer England 180
39.Alexander Pope Poet & writer England 180
40.Buonarroti Michelangelo Artist, poet & architect Italy 180
41.Benjamin Netanyahu Israeli Prime Minister Israel 180
42.Arne Beurling Mathematician Sweden 180
43.Baruch Spinoza Philosopher Holland 175
44.Johannes Kepler Mathematician, physicist & astronomer Germany 175
45.Immanuel Kant Philosopher Germany 175
46.Robert Byrne Chess Player Irland 170
47.Johann Strauss Composer Germany 170
48.Hypatia Philosopher & mathematician Alexandria 170
49.Richard Wagner Composer Germany 170
50.Andrew J. Wiles Mathematician England 170
51.Sofia Kovalevskaya Mathematician & writer Sweden/Russia 170
52.Dr David Livingstone Explorer & doctor Scotland 170
53.Donald Byrne Chess Player Irland 170
54.Martin Luther Theorist Germany 170
55.Judith Polgar Chess player Hungary 170
56.Plato Philosopher Greece 170
57.George Friedrich H?ndel Composer Germany 170
58.Raphael Artist Italy 170
59.Felix Mendelssohn Composer Germany 165
60.Truman Cloak — – 165
61.JohnLocke Philosopher England 165
62.Ludwig van Beethoven Composer Germany 165
63.Charles Darwin Naturalist England 165
64.Carl von Linn Botanist Sweden 165
65.Johann Sebastian Bach Composer Germany 165
66.James Watt Physicist & technician Scotland 165
67.Friedrich Hegel Philosopher Germany 165
68.Wolfgang Amadeus Mozart Composer Austria 165
69.Jola Sigmond Teacher Sweden 161
70.Dolph Lundgren Actor Sweden 160
71.Bill Gates CEO, Microsoft USA 160
72.Albert Einstein Physicist USA 160
73.George Eliot (Mary Ann Evans) Writer England 160
74.Paul Allen Microsoft cofounder USA 160
75.Nicolaus Copernicus Astronomer Poland 160
76.Joseph Haydn Composer Austria 160
77.Benjamin Franklin Writer, scientist & politician USA 160
78.James Cook Explorer England 160
79.Stephen W. Hawking Physicist England 160
80.Sir Clive Sinclair Inventor England 159
81.Honor de Balzac Writer France 155
82.Anthonis van Dyck Artist Belgium 155
83.Miguel de Cervantes Writer Spain 155
84.Ralph Waldo Emerson Writer USA 155
85.Rembrandt van Rijn Artist Holland 155
86.Jonathan Swift Writer & theologian England 155
87.Sharon Stone Actress USA 154
88.John Quincy Adams President USA 153
89.George Sand Writer France 150
90.Rousseau Writer France 150
91.Jayne Mansfield — USA 149
92.H. C. Anderson Writer Denmark 145
93.Bonaparte Napoleon Emperor France 145
94.Richard Nixon Ex-President USA 143
95.Hjalmar Schacht Nazi officer Germany 143
96.Adolf Hitler Nazi leader Germany 141
97.Shakira Singer Colombia 140
98.Hillary Clinton Ex-President wife USA 140
99.Geena Davis Actress USA 140
100.Jean M. Auel Writer Canada 140 sumber: http://woamu.blogspot.com/2009/08/100-orang-orang-jenius-didunia.htm
Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.
Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.
Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.



